Virus Bungas.VBS Menyembuyikan Decryptor
Beberapa pembuat virus lokal masih mengeksplorasi lebih jauh kemampuan dari bahasa VBScript. Kali ini, ikuti bagaimana mencari decryptor dari virus VBScript ini. Arief Prabowo
MEMILIKI UKURAN file sebesar 7222 bytes. Virus ini dikenal oleh PC Media Antivirus 1.9 sebagai Bungas.vbs. Virus berjenis VBScript seperti yang kita kenal memang sangat mudah untuk dilihat source code-nya. Hanya dengan membuka file virus dengan Notepad contohnya. Jikalau virus tersebut dienkripsi, pada tubuhnya pun kita dapat melihat source code dari rutin decryptor untuk membuka enkripsinya. Namun terlihat dari virus ini, sepertinya sang pembuatnya mencoba sebisa mungkin untuk menyembunyikan decryptor dari virusnya, yang kemungkinan besar bertujuan untuk mempersulit proses pendeteksian dan analisis.
Sampai tulisan ini dibuat, dari pengujian yang kami lakukan terhadap 36 antivirus luar, hanya 3 yang berhasil mendeteksi keberdaan virus ini. Walaupun baru suspected, artinya yang mendeteksi adalah engine heuristic-nya saja. Logikanya, virus VBScript bisa lebih mudah dideteksi oleh heuristic. Jadi, apa saja dan bagaimana yang dilakukan oleh virus ini?
Tubuh Terenkripsi
Saat kali pertama membuka jeroan virus ini, terlihat sekilas string–string yang dienkripsi. Bagaimana mengetahuinya? VBScript biasanya merupakan teks murni, jika Anda melihat terdapat karakter–karakter ASCII aneh, kemungkinan besar VBScript tersebut dienkrispi. Lalu, bagaimana cara mendapatkan plaintext (keadaan sebelum terenkripsi)?
Kebanyakan virus VBScript (VBS) yang menggunakan teknik enkripsi yang kami miliki, juga akan terdapat rutin dekripsi pada tubuhnya. Namun, kalau dilihat sekilas dari virus ini, kita tidak akan melihat rutin decryptor-nya. Bagaimana bisa?
Secara visual, jika dilihat di baris bagian tengah source code tersebut terdapat beberapa string yang ditulis terbalik seperti penggalan berikut ini “))1,I,nillA(diM(csA=orplA”, yang jika dibalik akan menjadi seperti ini “Alpro=Asc(Mid(Allin,I,1))”. Terlihat sepertinya ini merupakan permainan karakter, kemungkinan bagian dari rutin decryptor. Untuk mencoba membuktikannya, maka file virus tersebut kami jalankan. Dengan sekejap, setelah dijalankan, ia membuat sebuah file baru dengan nama Strukdat.bgs, tak lama kemudian file tersebut dihapus kembali olehnya. Untuk itu, kami coba menangkap isi dari file tersebut dan benar seperti yang diduga, isinya meru-pakan rutin decryptor.
File tersebut hanya berisi sebuah function yang ia namakan MPC yang tak lain adalah function untuk melakukan deskripsi. Teknik yang ia gunakan sederhana saja, pertama dia akan mendapatkan nilai ordinal karakter per karakter, pada visual basic instruksinya dikenal dengan nama Asc. Yang kedua, nilai tersebut lalu di-mod (modulus, fungsi numeric sisa pembagian) dengan 2, jika hasil mod habis dibagi dengan nol, maka geser karakter ke kiri sebanyak 1, misalkan C menjadi B, dan sebaliknya. Setelah semua karakter ter-decrypt, terakhir ia akan melakukan string reverse, yakni membalikan string tersebut untuk mendapatkan string asal.
File Strukdat.bgs yang merupakan decryptor tersebut, setelah di-extract akan langsung ia execute, jadi rutin utama tubuh virus tersebut dapat memanfaatkan rutin decryptor-nya, pada VBScript hal tersebut memang dapat dilakukan. Cara yang ia gunakan memang ribet, tapi cukup untuk sedikit mengelabui pendeteksian beberapa antivirus.
Membelah Diri
Bukan hanya file decryptor saja yang ia keluarkan dari dalam tubuhnya, namun ada beberapa fi le lain yang ia extract. Ada dua file lainnya, yakni statistics.bgs, 2656 bytes, dan Molin.bgs yang memiliki ukuran sebesar 3413 bytes. Kedua file tersebut sudah dalam kondisi ter-decrypt. Di kedua fi le tersebut lah sebenarnya inti dari virus tersebut. Intinya, pada file virus utama, tidak ditemukan atau mencirikan adanya rutin yang membahayakan, dan lagi pada file virus utama kebanyakan string dalam keadaan terenkripsi.
Autorun
File statistics.bgs dan Molin.bgs yang bertugas melakukan infeksi. Pertama, virus tersebut akan membuat file induk pada direktori Windows dengan nama bungas.vbs dan Virusmaker.bat. Selain itu, pada direktori Temp user, C:\Documents and Settings\%username%\Local Settings\Temp, juga akan ada 3 file virus lainnya, yakni bungas.vbs, Virusmaker.bat, dan Virusmaker.bgs. Kesemua file tersebut ber-attribut hidden, read-only, dan system. Jadi, pada setting-an Windows default tidak akan terlihat.
Agar aktif otomatis, ia masuk ke registry dengan mencoba membuat item Run baru pada HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run dengan nama bungas, yang diarahkan pada file induknya yang terdapat pada direktori Temp. Lalu, ia juga mengubah nilai shell explorer, yang juga diarahkan pada file induknya bungas.vbs yang terdapat pada direktori Windows.
Restriction
Untuk mendukung kelangsungan hidupnya, ia akan melumpuhkan dan men-disable beberapa fungsi Windows. Diawali dari setingan Folder Options, ia akan mengeset untuk tidak menampilkan file hidden dan system. Selanjutnya, Regedit (regedit.exe) dan Task Manager (taskmgr.exe) pun tidak luput dari serangannya. Tapi tidak hanya itu saja, beberapa program lain pun tidak dapat dijalankan, seperti rstrui.exe, msconfi g.exe, notepad.exe, wordpad.exe, agentsvr.exe, dan winword.exe.
Jika user mencoba menjalankan program yang diblok oleh virus tersebut, yang terjadi adalah muncul kotak Command Prompt yang berisi pesan “Bungas Operating System”, yang tentunya dibuat oleh si pembuat virus. Dan selanjutnya, program yang dituju tidak dapat diakses.
Ia melakukan tersebut dengan cara meregisterkan nama file program – program tersebut pada registry HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\WindowsNT\CurrentVersion\Image File Execution Options\, untuk dialihkan ke file pesan virus, yakni Virusmaker.bat yang berada di direktori Windows.
Infeksi Flash Drive
Ia akan mencoba untuk meng-copy-kan dirinya ke removable drive, seperti flash disk dengan menggunakan nama random yang menggunakan kombinasi dari Tanggal+Bulan+Tahun, misalkan 29112008.vbs. Selanjutnya, tak lupa ia pun membuat sebuah file autorun.inf, untuk mempermudah virus tersebut menyebar hanya dengan mengakses drive yang dituju. Namun pada file autorun.inf, ia menggunakan cara lain. Beberapa virus yang memanfaatkan file autorun.inf, biasanya akan ada menu baru jika user mengklik kanan drive flash disk yang terinfeksi dengan nama Autoply. Pada virus ini, autorun-nya didesain menggunakan field “shell\Properties\command”. Jadi, saat user mengklik kanan drive terinfeksi, dan memilih Properties, virusnya akan aktif.
Dan seperti yang terlihat pada source code-nya, virus tersebut juga akan mencoba mendapatkan sharing object yang ada pada jaringan setempat, jika berhasil, ia akan meng-copy-kan file bungas.vbs.
Basmi!
PC Media Antivirus 1.9 sudah dapat mendeteksi dan membasmi virus Bungas.vbs. Untuk hasil maksimal, scan seluruh harddisk di komputer Anda termasuk flash disk yang dimiliki.

HATI-HATI! VIRGEAR MENGHAPUS SEMUA MP3!
Menipu, masih merupakan cara paling favorit yang dilakukan oleh virus-virus lokal dalam menggaet mangsanya. Tapi, masa sih hare gene masih ketipu sama virus? Ikuti kiat mengenalinya! Arief Prabowo
“WAH, ada lagu Agnes Monica yang “Matahariku””, sahutDencu. Karena itu lagu kesenangannya, tanpa ragu ia punlangsung menjalankannya dengan cara mengklik ganda filetersebut. Namun apa yang terjadi, bukan lagu Agnes yang iadapatkan, tapi semua file MP3 beserta file video kesayangan miliknya hilang dalam sekejap. Kok bisa? Itu salah satu tandanya telah terinfeksi oleh Virgear.
Tipuan Virgear
Virgear memang virus biasa saja, artinya ia tidak memiliki teknikinfeksi yang kompleks seperti halnya yang dilakukan virus lama Brontok maupun Maxtrox yang baru–baru ini menyebar.
Virgear dibuat menggunakan Visual Basic. Sampai tulisan ini dibuat, terdapat tiga varian dari Virgear yang kami dapat. Varian pertama yang kami temukan memiliki ukuran fi le sebesar 16.896 bytes, yang kemungkinan besar di-pack menggunakan UPX dan di-scramble untuk menyembunyikan identitas dari packer yang digunakan. Yang kedua, memiliki ukuran fi le sebesar 49.152 bytes, murni tanpa di-pack. Dan yang ketiga, atau Virgear.C, memiliki ukuran sebesar 19.968, yang juga kemungkinan besar di-pack menggunakan UPX dan di-scramble seperti halnya varian pertama.
Yang akan coba dibahas kali ini adalah varian Virgear.A. Walaupun sebenarnya perbedaan dari setiap varian tidaklah terlalu signifikan, hanya di nama–nama fi le virus yang digunakan untuk menyebar. Dan satu hal yang tidak berubah antara varian yang satu dengan yang lainnya adalah icon yang digunakan. Ia menggunakan icon yang mirip dengan file .MP3 milik aplikasi WinAmp. Yang dilakukannya ini cukup banyak menipu para korbannya. Walaupun sebenarnya hal ini tidak perlu terjadi, jika Anda mampu membedakannya antara file asli dan file virus.
Bersarang di System
Ia akan meng-copy-kan beberapa file yang merupakan duplikat dari dirinya ke direktori yang ia beri nama system. Direktori ini terletak di bawah direktori System32 milik Windows. Pada direktori tersebut akan terdapat beberapa file dengan nama VirGear.exe, smss.exe, Gazette.exe, Gazerock.exe, dan Nugen. exe. Direktori system dan kelima file tersebut ber-attribut hidden dan system, jadi secara setting-an default Windows tidak akan terlihat oleh kasat mata. Lalu, kelima file itu akan ia jalankan.
Untuk dapat aktif otomatis, ia membuat beberapa item baru di Registry Run dengan nama seperti Winamps, Nullsoft, JetAduio, CoolEditV2, dan AdobeAudition. Nama yang dibuat memang terlihat mirip dengan nama beberapa aplikasi multimedia. Tentu saja ini bertujuan untuk tidak membuat user curiga.
Saat user menjalankan file virus, ia akan mencoba untuk membuka file Clock.avi yang secara default terletak pada direktoriWindows untuk dijalankan pada Windows Media Player. Pada rutin virusnya terlihat bahwa fungsi ini akan diaktifkan apabila virus dijalankan bukan pada direktori induknya, yakni system.
Matikan UAC
Untuk melancarkan aksinya ia mengeset registry untuk tidak menampilkan file hidden dan system, serta menyembunyikan setiap extension yang dikenali oleh Windows. Selain itu, fungsi windows lainnya seperti System Restore dan Find/Search juga ia disable. Serta, ia pun mencoba untuk mematikan UAC (User Account Control) yang ada pada Windows Vista. Walaupun sebenarnya, virus ini tidak dapat berjalan mulus di Vista pada user account selain administrator, tentu saja karena terbentur masalah privilages yang lebih ketat dibandingkan operating system sebelumnya, terkecuali memang Anda dengan sengaja menjalankan dengan perintah “Run as administrator”.
Matikan Virus Lain
Untuk menjadi penguasa tunggal di komputer terinfeksi, ia mencoba untuk mematikan virus lain dengan memasukkan nama file yang dikenal sebagai nama file induk virus tersebut pada Registry Image File Execution Options, seperti kspoold. exe, HokageFile.exe, atau HOKAGE4.exe. Selain itu, ia pun menambahkan beberapa nama file lain seperti Setup.exe, In-stall.exe, msiexec.exe, regedit.exe, dan juga nama file antivirus termasuk PCMAV-CLN.exe dan PCMAV-RTP.exe.
Selain itu, virus ini juga menghalau user untuk masuk dalam modus safe-mode, dengan menghapus setingan yang berkaitan ini di Registry.
Timer Penyebaran
Virus ini memiliki komponen Timer. Salah satunya komponen Timer yang ia namakan Penyebaran. Timer ini diset untuk memiliki interval sebesar 60000ms. Ia bertugas untuk membuat file induk dan menyebarkan diri ke setiap drive yang ia temukan, termasuk Remote Drive. Artinya, ia juga dapat menyerang drive yang di share pada jaringan setempat.
Pada saat menyerang removable drive ataupun remote drive, ia akan menciptakan dua buah fi le baru dengan nama Autorun.inf dan Winamps.exe dengan attribut hidden dan system. Selain itu, sebuah direktori baru dengan nama My Music 2008 juga akan diciptakan, pada direktori tersebut akan berisi banyak sekali file MP3 palsu yang sebenarnya merupakan virus itu sendiri. Nama yang ia gunakan seperti Agnes_Monica_-_Mataha-riku__Ost._Jelita_.mp3 ,.exe, Dewiq_feat_Kaka_-_BeTe.mp3,.exe, dan masih banyak lagi yang lainnya. Dan nama – nama ini yang selalu di-update di setiap varian barunya.
Jika Anda lebih teliti, terdapat beberapa kejanggalan pada nama file tersebut. Contohnya pada virus ini, terdapat tanda titik setelah ekstensi, misalkan “Agnes Monica.mp3.”. Tanda titik tersebut mengisyaratkan bahwa sebenarnya terdapat extension asli dibelakang extension tersebut. Secara default Windows, extension asli ini tidak akan diperlihatkan, apalagi virus ini pun juga mengeset Windows untuk tidak menampilkan extension asli. Selanjutnya, Anda ubah tampilan Windows Explorer ke modus Details (View -> Details), di bagian Type akan terlihat tipedari file tersebut. File MP3 yang asli memiliki Type contohnya seperti “MPEG Layer 3 Audio File”, “MP3 Format Sound”, atau sejenisnya. Jika Type nya adalah Application, bisa dipastikan itu adalah virus. Selain itu, lihat juga tampilan dari fi le tersebut. Apabila file yang Anda curigai memiliki jumlah spasi yang sangat banyak terutama di bagian akhir, Anda juga harus waspada, karena bisa jadi diakhir spasi yang segitu banyak terdapat extension asli virus yang sebenarnya, misalkan seperti yang dilakukan oleh virus ini “Dewiq_feat_Kaka_-_BeTe.mp3 [%spasi yang sangat banyak%] ,.exe”. Terlihat bahwa extension asli file tersebut adalah EXE (executable) dan bukanlah MP3. Maka dari itu, lebih baik setting-lah Windows Explorer Anda dengan masuk ke menu Folder Options, lalu memilih “Show hidden files and folders”, serta menghapus centangan ([1]) pada “Hide extensions for known fi le types” dan “Hide protected operating system fi les (Recommended)”.
Cari dan Hapus!
Beberapa pembaca mengaku bahwa saat melakukan pembasmian menggunakan PCMAV, ia menghapus setiap file MP3 yang telah terinfeksi oleh virus ini. Padahal kenyataan sebenarnya adalah virus ini tidak menginfeksi atau lebih tepatnya menginjeksi masuk ke dalam file MP3 tersebut. Yang ia lakukan adalah mencari ke setiap penjuru drive akan keberadaan file MP3, jika ia menemukannya, maka akan langsung ia hapus dan digantikan dengan file virus dengan nama yang hampir mirip dengan nama file aslinya. Jadi, file MP3 Anda yang asli memang benar–benar dihapus oleh virus ini tanpa ampun. Dan sedihnya lagi, hal ini tidak ia lakukan hanya pada fi le MP3 saja, melainkan juga pada file .3GP, .AVI, .RM, .WMV, .ASF, .MPG, .MPEG, dan .MP4.
Basmi Virgear!
Silakan gunakan PCMAV yang telah disempurnakan ini. Dan dikarenakan virus ini dapat memblok PCMAV, Anda diharuskan merename terlebih dahulu file PCMAV-CLN.EXE sebelum digu-nakan, misalkan menjadi 123456.EXE ataupun nama lain dengan extension .EXE. Sementara untuk file yang telah terlanjur dihapus oleh virus ini, segeralah lakukan recovery.
Mempercepat Vista dengan Mengganti UI Boot Vista
Pada trik sebelumnya kita sudah coba menampilkan layar booting di Windows Vista. Tapi seperti biasa, manusia emang nggak ada puasnya. Sudah muncul wallpaper booting masih saja berkomentar jelek, atau bosan dengan yang sudah ada.
Jadi gimana dong? Mudah saja. Utak-atik saja file yang dieksekusi saat menampilkan layar boot. File yang dieksekusi tentu saja bukan lagi logo.sys seperti di Windows 9x. Mengeditnya juga tak semudah di Windows 9x yang bisa diutak-atik hanya dengan mengandalkan Paint. Di Vista, file yang mengurusi masalah tampilan layar start up ialah winload.exe.mui. Sebuah aplikasi bernama Vista Boot Logo diperlukan untuk memuluskan trik ini.
Untuk lebih detilnya, simaklah beberapa langkah ini:
1. Unduh aplikasi Vista Boot Logo generator di situs http://www.computa.co.uk/staff/dan/?p=18 dan kemudian instal aplikasi tersebut.
2. Klik tombol Start, kemudian ketik vista boot logo diakhiri dengan menekan Enter.
3. Setelah itu, klik tombol Browse for Images dan pilih salah satu gambar bitmap Anda yang beresolusi 800×600, 24-bit.
4. Lakukan hal yang sama dengan bagian 1024×768.
5. Setelah kedua gambar dipilih, klik File dan pilih Save Boot Screen file as untuk menyimpan file MUI Anda. Simpanlah file tersebut di desktop Anda.
6. Setelah itu, Anda perlu menumpuk file winload.exe.mui yang berada di c:windowssystem32en-us dengan file yang Anda miliki di desktop. Tentu saja proses copy-paste ini tidak semudah menyalin file biasa. Sebab, file winload.exe.mui merupakan file yang diproteksi Windows. Oleh karena itu, Anda harus membuat backup file winload.exe.mui yang asli agar Anda dapat kembali ke setting awal jika Anda melakukan kesalahan pada langkah berikutnya.
7. Sekarang, ambil alih semua file yang ada di dalam folder en-us. Caranya, klik kanan folder tersebut dan pilih Properties.
8. Pilih tab Security dan klik tombol Advanced yang terdapat di bagian bawah jendela.
9. Pilih tab Owner, dan klik tombol Edit.
10. Pilih akun yang Anda gunakan pada daftar akun dan beri cek di depan opsi Replace owner on subcontainers and objects. Klik OK untuk menyimpan perubahan yang Anda lakukan.
11. Klik OK untuk keluar dari semua jendela properti.
12. Buka kembali properti folder en-us seperti pada langkah 7. Kali ini Anda telah mendapatkan hak akses penuh terhadap folder tersebut.
13. Klik tab Security, dan klik Edit.
14. Klik tombol Add kemudian ketikan user name Anda dan klik OK. Nama akun Anda akan terdaftar pada daftar Permissions.
15. Pilih nama akun Anda, kemudian pilih kolom Allow untuk Full control.
16. Klik OK untuk menyimpan perubahan dan OK sekali lagi untuk menutup jendela properti. Anda sekarang sudah dapat menumpuk file winload.exe.mui yang Anda miliki di desktop dengan file yang ada di c:windowssystem32en-us.
17. Klik tombol Start, lalu ketik msconfig pada kotak pencarian dan tekan Enter untuk mengeksekusi.
18. Setelah jendela System Configuration terbuka, klik tab Boot.
19. Pilihlah lokasi instalasi Windows Vista Anda dan pada boks Boot options, berikan tanda cek di depan opsi No GUI boot.
20. Tekan OK untuk menyimpan perubahan.
21. Setelah semua langkah-langkah di atas dilakukan, restart Windows Anda untuk melihat tampilan baru layar boot Anda.

Cara Cepat Mendandani Foto
Banyak hal yang mempengaruhi bagus-tidaknya sebuah foto: mulai dari sudut pandang, obyek, sampai efek. Namun yang paling menonjol adalah kualitas warna dan pencahayaan. Kalau kebetulan foto yang Anda ambil mengalami kekurangan dalam hal ini, tak perlu kecewa. Ada cara gampang untuk mengakalinya. Manfaatkan saja software olah digital.
Adalah Adobe Photoshop — software photo retouching yang populer di kalangan pelaku grafis dan fotografi — yang PCplus pilih. Meski perangkat lunak ini tergolong kelas pro, ada banyak fasilitas ringkas yang dapat Anda gunakan untuk memperbaiki foto dengan cepat dan mudah, bahkan bagi pengguna awam sekalipun. Adobe Photoshop CS4, versi terakhirnya, menyediakan banyak fasilitas untuk kebutuhan tersebut. Tinggal klak-klik mouse sebentar, foto Anda akan tampil lebih cantik.
Mau jajal? Ikuti langkah-langkah ini.
1. Tahap pertama, perhatikan dulu foto yang hendak Anda olah, di mana kekurangannya. Foto tampak redup, warnanya juga buram, apalagi detail obyeknya? Mari kita perbaiki.
2. Cara pertama dan yang termudah adalah dengan menggunakan fasilitas auto adjustment. Caranya, klik [Image] > [Auto Tones]. Manfaatkan juga [Auto Contrast] dan [Auto Color].
3. Jika hasilnya kurang memuaskan, mari satu-per-satu kita oprek setiap komponen gambar. Pertama, pencahayaannya. Klik [Image] > [Adjustment] > [Levels]. Tunggu sampai boks dialog Levels muncul.
4. Jika foto terlihat gelap, geser slider bar putih ke arah kiri hingga foto terlihat terang. Jangan lupa untuk menggeser sedikit slider abu-abu (midtones) ke arah kanan untuk mempertahankan detail foto. Jika foto terlalu terang, geser slide bar hitam ke arah kanan. Jika sudah, klik [OK].
5. Cara lain untuk mempertahankan detail sekaligus mengatur pencahayaan adalah dengan menyetel kekontrasan. Klik [Image] > [Adjustment] > [Brightness/Contrast...]. Pada boks dialog yang muncul, geser slide bar “Brightness” ke arah kanan untuk menambah tingkat keterangan foto, lalu diikuti dengan “Contrast” untuk mencegah detail foto hilang. Jika sudah, klik [OK].
6. Memperbaiki warna sekaligus pencahayaan bisa dilakukan bersamaan dengan fasilitas Curve. Klik [Image] > [Adjustment] > [Curve...]. Pada boks dialog Curve, tersedia sejumlah fasilitas instan untuk memperbaiki foto. Salah satunya adalah tombol [Auto] yang bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki kualitas pencahayaan secara otomatis.
7. Di boks ini juga tersedia setelan cepat (preset) untuk sejumlah output hasil. Misalnya, jika Anda ingin si foto memiliki tingkat kekontrasan agak tinggi, cukup klik menu drop-down “Preset”, lalu pilih [Increase Contrast].
8. Untuk melakukan setting secara manual, atur kurva-kurva warna di bagian tengah boks. Klik salah satu titik pada garis kurva, lalu tarik ke atas atau ke bawah. Misalnya, pada posisi [RGB], jika kurva diklik pada bagian bawah kiri lalu ditarik ke bawah, maka foto akan menggelap dengan tingkat kekontrasan tinggi. Untuk menaikkan level brightness, klik titik di kanan atas lalu tarik ke atas.
9. Anda bisa melakukan langkah ini untuk setiap channel warna (untuk RGB, foto terdiri atas channel Red, Green, dan Blue). Jika hendak menaikkan unsur warna merah di foto, klik channel [Red], lalu klik-tarik kurva untuk mencapai warna yang diinginkan. Silakan bereskperimen dengan warna foto di sini. Klik [OK] untuk menutup boks.
10. Jika variasi warna di foto Anda terlihat kurang banyak akibat kualitas sensor kamera, ragamkan warna dengan mengklik [Image] > [Adjustment] > [Hue & Saturation...]. Pada boks yang muncul, geser “Saturation” ke arah kanan untuk memperbanyak ragam dan intensitas warna pada foto.
11. Jika warna tertentu saja yang hendak Anda tinggikan intensitasnya, klik menu bertulisan “Master”, dan pilih warna yang diinginkan. Tarik ke kanan slide bar “Saturation” hingga warna yang Anda pilih saja yang semakin “keras”. Jika sudah beres, klik [OK].
12. Yang terakhir, juga untuk mengatur pencahayaan, gunakan [Image] > [Adjustment] > [Exposure...]. Kelolalah ketiga slide bar yang ada untuk mengatur terang-gelap foto. Klik [OK]. Semua tool di atas adalah tool yang efektif untuk mempercantik foto Anda.
TIPS: Pilihan Cuma-cuma
Jika Adobe Photoshop sulit diperoleh karena harganya memang mahal, Anda dapat menggunakan software alternatif untuk digital imaging. Meski statusnya gratisan, kualitasnya boleh diadu. Silakan jajal:
• PhotoScape (www.photoscape.org)
• Paint.NET (www.getpaint.net)
• Serif PhotoPLus (www.freeserifsoftware.com)
• Pixia (www.ne.jp/asahi/mighty/knight)
• VCW VicMan’s Photo Editor (www.vicman.net/vcwphoto/index.htm)
• PhotFiltre (http://photofiltre.free.fr/frames_en.htm).

Membersihkan Daftar Batal
Fitur batal alias Undo jelas berguna. Siapa pengguna Microsoft Office yang tidak pernah pakai fitur ini? Fasilitas yang telah ada sejak awal 90-an ini membatalkan suatu aksi yang baru saja dilakukan, karena aksi itu ternyata sebuah kesalahan.
Mengakses fitur batal pun sangat mudah. Tinggal pencet dua kombinasi tombol di keyboard, yakni [Ctrl] + [Z]. Gampang, bukan?
Beberapa orang akan menghapus daftar aksi agar fitur batal tak dapat digunakan. Tujuannya, supaya orang lain tidak dapat mengetahui perubahan apa yang telah dia lakukan pada dokumen tersebut. Cara paling “biasa” adalah dengan menyimpan dan menutup dokumen. Ketika dokumen dibuka lagi, otomatis fitur batal tak bisa dipakai karena daftar aksi sudah terhapus. Langkah ini jelas efektif.
Tapi, Anda bisa membuat cara singkat untuk itu. Cara singkat ini wajib dibuat seandainya Anda sering menghapus daftar aksi. Anda bisa membuat sebuah tombol baru yang dapat membersihkan daftar aksi. Nantinya, untuk menghapus seluruh aksi yang telah Anda lakukan, cukup klik tombol ini satu kali. Beres.
Begini langkah-langkah pembuatan tombolnya:
1. Jalankan Microsoft Excel melalui menu [Start] > [All Programs] > [Microsoft Office] > [Microsoft Office Excel].
2. Pada program Microsoft Excel, klik [Tools] > [Macro] > [Visual Basic Editor].
3. Sekarang Anda akan berada pada programVisual Basic. Klik [Insert] > [Module] untuk menambahkan module baru.
4. Di jendela editor, tambahkan perintah berikut ini.
Sub ClearUndo()
Range (“A1”).Copy Range(“A1”)
End Sub
5. Setelah itu klik [Debug] > [Compile VBAProject].
6. Tekan [Ctrl] + [S] untuk menyimpan hasil kompilasi yang Anda buat.
7. Tutup jendela Microsoft Visual Basic.
8. Saat Anda dibawa kembali ke Microsoft Excel, klik menu [Tools] > [Customize...].
9. Klik tab [Commands] dan pilih [Macros] di bagian “Categories”.
10. Seret [Custom Button] yang ada di samping kanan ke toolbar. Tombol inilah yang nantinya harus Anda klik untuk membersihkan daftar aksi.
11. Setelah itu klik kanan tombol yang baru Anda buat tadi dan klik [Assign Macro].
12. Pilih ClearUndo dan klik [OK].
13. Akhiri pembuatan tombol baru ini dengan mengklik [Close].
Bikin Tema E-mail
Tahu enggak, kita bisa memberikan sentuhan personal pada e-mail yang kita kirim sesuai dengan kesukaan kita. Misalnya kita tentukan huruf yang kita inginkan buat e-mail. Itu sih biasa.
Kalau mau sedikit di luar kebiasaan, kita bisa menentukan tema e-mail dengan wallpaper khusus. Nah, dengan begitu, e-mail kita tampil berbeda dengan gaya yang kita suka.
Untuk membuat tema e-mail Anda, ikuti langkah-langkah ini.
1. Jalankan Outlook.
2. Pada menu [Tools] Anda klik [Options] dan pada jendela yang muncul, klik tab [General].
3. Kemudian klik [Email Options] dan pada jendela “Email Options”, klik tab [Personal Stationery].
4. Dari kotak “Personal Stationery” inilah Anda dapat melakukan perubahan sesuai dengan kepribadian Anda.
5. Klik tombol [Theme] untuk memilih tema e-mail Anda. Setelah jendela “Themes or Stationery” muncul, tampaklah beberapa pilihan misalnya [Axis], [Bars], dan [Blend]. Bila ternyata tema belum diinstal, maka Anda harus menyiapkan CD Microsoft Office pada CD/DVD-ROM drive dan klik tombol [Install].
6. Bila Anda sudah menemukan tema yang sesuai, selanjutnya Anda dapat memilih font yang sesuai dengan pilihan Anda. Bila Anda ingin memilih font yang berbeda untuk e-mail baru dan e-mail balasan, maka Anda dapat mengklik tombol [Font] di bawah pilihan “New Email Message” dan klik juga tombol [Font] di bawah pilihan “Replying or forwarding Message”.
7. Anda juga dapat mengubah font yang sama untuk e-mail yang Anda kirimkan baik e-mail baru dan e-mail balasan ataupun e-mail yang terima dengan mengklik tombol [Font] di bawah pilihan “Composing and reading Plain text message”.

Optimasikan Windows Vista kamu [Trik Baru]
“If you can’t make it good, at least make it look good.” Yang penting gaya. Kira-kira begitulah kalau ucapan Bill Gates ke diterjemahkan dalam bahasa kita. Pemilik nama lengkap William Henry Gates III kala itu menegaskan kalau orang ingin sesuatu yang mudah digunakan, enak dilihat. Makanya, itulah yang Microsoft berikan.
Kata-kata itu terbukti pada Windows Vista. Windows Vista hadir dengan tampilan yang jauh lebih menarik ketimbang pendahulunya, Windows XP. Siapa lebih cepat? Menurut hasil uji PCplus, komputer dengan Windows XP bekerja lebih baik. Tentu saja spesifikasi komputer untuk pengujian kedua sistem operasi sama persis dan keduanya dalam kondisi standar.
Windows Vista memang butuh spesifikasi yang tidak ringan. Bagi beberapa orang, spesifikasi yang diumumkan memang mengejutkan. Pun, dengan spesifikasi itu Windows Vista belum jalan optimal.
PCplus punya jurus-jurus buat mengoptimalkan Windows Vista buat yang terlanjur meninggalkan Windows XP. Satu atau dua jurus sepertinya tak efek. Tapi, ketika jurus-jurus itu disatukan ke dalam suatu paket “Combo” seperti paket-paket di fast food, lumayan terasa cepatnya. Buat gamer, boleh coba jurus-jurus yang bakal dibeberkan.
Mengatur Pembuatan Indeks
Windows Vista punya fitur yang bagus buat pencarian file. Windows Vista akan membuat indeks dari seluruh file yang ada dalam hard disk. Dengan pembuatan indeks ini, pencarian jadi cepat—jauh lebih cepat daripada pencarian tanpa indeks di Windows XP. Akan tetapi, seberapa sering orang mencari file? Kalau Anda jarang melakukannya, pembuatan indeks oleh Windows Vista jadi buang-buang “energi” komputer. Lebih baik, “energi” itu dipakai untuk kegiatan lain. Main game, misalnya.
Bisa saja sih pencarian file tetap cepat, tapi kinerja komputer tetap “oke”. Caranya, buat saja untuk indeks untuk folder dan tipe-tipe file tertentu saja. Kalau mau begitu, begini caranya. Buka Control Panel. Masuk ke Indexing Options. Klik tombol [Modify] lalu tentukan folder yang hendak diindeks. Klik [OK], lalu klik [Advanced]. Buka tab “File Types” untuk memilih tipe file.
Kalau fitur ini tak Anda butuhkan sama sekali, matikan saja. Buka lagi Control panel, lalu buka Programs and Features. Klik [Turn Windows Features On], lalu hilangkan tanda centang pada [Indexing Service]. Klik [OK], lalu restart Windows. Beri tanda centang lagi pada [Indexing Service] kalau pembuatan indeks hendak diteruskan.
Matikan Efek-efek
Vista tampil semakin indah karena Windows Aero. Sayangnya fungsinya mentok di situ dan Windows Aero ini butuh sumber daya yang tidak sedikit. Karena fungsinya cuma buat bagus-bagusan wajah, Windows Aero dimatikan pun tak akan muncul masalah, yang ada malah komputer lebih cepat.
Mau mematikan Aero? Ikuti caranya berikut ini. Klik kanan di daerah kosong di desktop, terus klik [Personalize]. Habis itu, klik [Theme]. Pilih [Classic Look of Windows] dan Windows Aero pun dinonaktifkan.
Kalau Anda ingin tetap pakai tampilan Windows Vista namun tanpa Aero, klik [Windows Color and Appearance]. Hilangkan tanda centang pada [Enable Transparency]. Masih di jendela yang sama, klik [Effects] dan hilangkan setiap tanda centang pada setiap pilihan.
Kebut Start-up
Saat Windows mulai, berbagai program dijalankan. Program itu dimasukkan pada daftar start-up. Sebuah situs web menyebutkan kalau start-up ini adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, program yang dijalankan saat start-up bisa membuat program lain dibuka dengan cepat. Di sisi lain, waktu yang digunakan Windows untuk siap digunakan jadi lebih lama. Juga mengurangi jumlah memori yang bisa dipakai oleh program lain.
Kita tentu saja bisa menghapus program dari daftar start-up. Program yang dimatikan tentu saja program yang kita rasa tak perlu. Kita bisa mulai mengurangi daftar program start-up dengan menghapus shortcut program dari menu Startup di menu Start. Klik logo Windows untuk mengakses menu Start, cari submenu Startup, lalu klik kanan pada shortcut program, klik [Delete].
Tidak semua program yang jalan saat start-up didaftarkan di menu Start. Beberapa program ngumpet di registri. Jalankan Registry Editor. Masuklah ke HKEY_CURRENT_USERSoftwareMicrosoftWindowsCurrentVersionRun. Lihatlah daftar program yang ada di sebelah kanan. Hapuslah yang Anda anggap tidak diperlukan. Jangan keburu nafsu dengan menghapus semua. Ada program yang jelas Anda perlukan. Antivirus misalnya.
Masuk juga ke HKEY_LOCAL_MACHINESOFTWAREMicrosoftWindowsCurrentVersionRun. Periksalah apakah ada program lain yang bisa Anda hapus juga.
Genjot Kinerja Hard Disk SATA
Untuk memastikan hard disk SATA memberikan kecepatan terbaik, kita harus utak-atik sedikit pengaturan di Device Manager. Sekadar tahu saja, secara teori koneksi SATA memiliki kecepatan sampai 300MB per detik. Kecepatan hard disk-nya sendiri umumnya baru mencapai sekitar 120MB per detik.
Buka Device Manager dengan membuka menu Start, isikan “devmgmt.msc” lalu tekan [Enter]. Pada daftar perangkat keras yang ditampilkan, klik ganda pada [Disk drives] untuk melihat menu di bawahnya. Setelah itu, klik ganda pada hard drive Anda. Klik tab [Policies]. Beri tanda centang pada [Enable advanced performance].
Sedikit catatan untuk tips yang ini. Ada risiko tatkala opsi ini dihidupkan. Risikonya adalah kehilangan data ketika komputer dengan tiba-tiba putus hubungan dengan listrik.
Rawat Hard Disk
Penting nih merawat hard disk. Bukan merawat secara fisik saja. Membuang file dan program yang tidak Anda pakai lagi pun termasuk merawat hard disk. Hard disk yang dipenuhi oleh file dan program bisa membuat kerjanya tak maksimal.
Berikut adalah cara membersihkan hard disk dari file sisa-sisa berinternet, program yang sudah dihapus, file sementara, dan beberapa file yang sudah tak diperlukan. Buka menu Start lalu masuk ke [All Programs] > [Accessories] > [System Tools] > [Disk Cleanup] atau dengan buka menu Start dan ketikkan “Disk Cleanup” di kotak pencarian lalu tekan [Enter].
Pilih drive yang akan dibersihkan, lalu klik [OK]. Hard disk bisa dibersihkan lebih lanjut dengan mengklik tab [More Options] dan mengklik dua tombol untuk membuang peranti lunak dan file System Restore yang tidak diperlukan.
Defrag juga bisa dilakukan. Klik menu [Start] lalu masuk ke [All Programs] > [Accessories] > [System Tools] > [Defragment].
Atur “Page File”
Windows Vista punya sistem “page file” yang sangat baik. Sekadar info singkat, page file adalah berkas untuk menyimpan file yang tidak cukup diletakkan di memori utama. Page file itu lokasinya ada di hard disk.
Page file di Windows Vista sudah dibuat agar ukurannya kecil sehingga tidak memakan kapasitas hard disk. Soal ukuran file ini tak usah dibahas. Yang perlu kita bahas adalah lokasi page file. Kalau Anda punya dua hard disk, cari tahu hard disk yang lebih cepat. Nah, atur agar “page file” ditaruh di hard disk itu. Kalau pun kedua hard disk Anda berkecepatan sama atau Anda malah hanya punya satu hard disk, “page file” baiknya ditaruh di partisi yang berbeda dengan partisi Windows.
Caranya? Begini. Kalik kanan [Computer] terus klik [Properties]. Klik [Advanced System Settings] yang ada di sebelah kiri. Klik tab [Advanced], klik tombol pertama dari tiga pilihan yang muncul. Masuk ke tab [Advanced]. Klik tombol [Change] dan hilangkan tanda centang pada [Automatically manage paging file size for all drives]. Klik [Set]. Kemudian, pilih drive C dan klik [No paging file]. Sekarang, pilih drive lain yang hard disk-nya lebih cepat atau partisi lain selain Windows. Pilih [System managed size], lalu klik [Set], dan [OK].
Pakai ReadyBoost
Cara paling efektif untuk memperbaiki kinerja Windows adalah dengan menambah memori. Mahal, kan menambah memori? Kalau Anda merasa begitu, ada cara yang lebih murah. Menambah memori bisa dengan USB flash disk yang sekarang ini sudah ada di saku Anda.
USB flash disk bisa Anda pakai untuk menambah memori. Anda juga bisa pakai media penyimpanan lain asal pakai koneksi USB. Perlu diketahui, penambahan kinerja enggak bakal sebanyak kalau Anda menambah memori “beneran”.
Fitur Windows Vista untuk itu adalah ReadyBoost. Colok USB flash disk atau media penyimpan lain. Ketika jendela autoplay muncul, pilih [Speed yp my computer]. Kalau saja autoplay Anda tidak aktif, Anda bisa menyalakan ReadyBoost dengan mengklik kanan pada drive USB flash disk, kemudian klik [Properties]. Klik tab [ReadyBoost]. Pastikan pilihan [Use this device] sudah terpilih. Kemudian, tentukan kapasitas yang hendak digunakan untuk ReadyBoost dengan memindahkan papan geser.
Stop Periksa Sisa Kapasitas Hard Disk
Balon-balon informasi yang muncul di pojok kanan bawah yang memberi tahu kalau sisa kapasitas hard disk sudah mau habis bisa mengganggu. Lagipula, balon-balon itu sudah pasti memakai tenaga dari komponen yang ada. Memang tak banyak sih tenaga yang dipakai sehingga mematikan fungsi ini pun tak akan meningkatkan kinerja komputer secara signifikan. Tapi, lagi-lagi PCplus beri tahu kalau trik kecil ini dikombinasikan dengan trik lainnya, (siapa tahu) peningkatan kinerja lebih terasa.
Jalankan Registry Editor. Masuk ke HKEY_CURRENT_USERSoftwareMicrosoftWindowsCurrentVersionPoliciesExplorer. Setelah itu, klik [Edit] > [New] > [DWORD (32-Bit) Value]. Beri nama “NoLowDiskSpaceChecks”. Klik ganda pada DWORD value yang baru itu, lalu isikan nilainya dengan “1”.
Setelah itu, masuk ke HKEY_CURRENT_USERSoftwareMicrosoftWindowsCurrentVersionExplorerAdvanced. Cari DWORD value bernama “EnableBalloonTips”, “FolderContentsInfoTip”, dan “StartButtonBalloonTip”. Kalau DWORD value itu tak ada, buat saja. Caranya seperti pada paragraf kedua trik ini. Kemudian isikan nilainya dengan “0”.

Optimasik Widows XP kamu {Trik Terbaru]
Sistem operasi Microsoft Windows XP mungkin sudah tertinggal satu generasi, nyaris dua generasi kalau di akhir tahun ini Windows 7 jadi beredar. Akan tetapi, dari sisi jumlah penggunanya, sistem operasi ini masih menjadi mayoritas. Dibandingkan sistem operasi Windows 2000, 98, atau 95, Windows XP juga merupakan sistem operasi yang paling panjang umur. Microsoft juga telah berjanji akan terus memberikan dukungan terhadap XP sampai April 2014.
Kalau pada komputer Anda sistem operasi ini masih bersemayam tetapi performanya kian menurun, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan tanpa perlu memformat hard disk dan install ulang. Tips berikut kami buat agar mudah dilakukan tanpa Anda perlu mengutak-atik registry. PCplus juga tidak menggunakan software apapun—murni hanya melakukan update dan mengubah pengaturan pada opsi yang tersedia. Pertama-tama, mari kita lakukan update.
Windows Update
Windows update merupakan kumpulan dari sejumlah tambalan-tambalan yang dapat mencegah program-program jahat untuk merusak atau memperlambat kinerja sistem. Kalau komputer terhubung ke internet dan Windows menyebutkan bahwa ada update, instalasikan saja semua, jangan hanya yang statusnya critical.
Kalau critical update umumnya lebih berfungsi untuk penambalan celah keamanan, non-critical update biasanya berfungsi penting untuk peningkatan performa, kompatibilitas, dan fitur-fitur yang lebih diperbarui dan pastinya aman untuk diinstall. Proses update Windows bisa berlangsung beberapa kali. Lakukan saja terus sampai disebutkan bahwa tidak ada update lagi yang tersedia.
Windows Update membutuhkan beberapa layanan berikut diaktifkan di Windows XP:
- Automatic Updates diset Automatic.
- Background Intelligent Transfer Service diset Manual atau Automatic.
Bila Anda masih menggunakan Service Pack 2, Service Pack 1, atau Windows XP tanpa service pack, instalasikanlah Service Pack 3. Service Pack 3 merupakan kumpulan update yang mencakup seluruh perbaikan dan update pada service pack sebelumnya. Sangat direkomendasikan bagi Anda untuk mengoptimalkan Windows Anda.
Update DirectX
Microsoft DirectX merupakan sekumpulan application programming interface (API) untuk mengatasi tugas-tugas yang berhubungan dengan multimedia, khususnya game dan video pada platform Microsoft. Sebaiknya, pastikan sistem operasi Anda sudah menggunakan versi terbaru dari DirectX.
Untuk mengetahui versi yang Anda miliki, silakan ketik “dxdiag” pada menu Start > Run dan perhatikan pada tab System di bagian DirectX Version. Setelah diketahui, silakan arahkan browser ke Microsoft Download Center di alamat www.microsoft.com/downloads.
Sekadar informasi, sejak Oktober 2004 sampai Agustus 2007, Microsoft menghadirkan update DirectX sekali dalam dua bulan. Setelah itu update tersedia per kuartal. Versi terbaru DirectX 9 untuk Windows XP adalah versi Maret 2009.
Update Driver
Melakukan update terhadap driver yang digunakan oleh hardware dapat meningkatkan performa sistem dan kompatibilitas aplikasi. Selain itu, driver terbaru juga umumnya menghadirkan sejumlah solusi untuk mengatasi masalah dan optimalisasi sistem.
Sebaiknya, gunakan driver versi resmi yang sudah dirilis, bukan versi beta atau pre-release. Pasalnya, driver versi beta umumnya masih belum sempurna. Untuk melakukan update driver, silakan manfaatkan fitur Windows Driver Guide. Bagi Anda yang menggunakan notebook, sebaiknya gunakan driver terbaru yang tersedia di situs web produsen notebook yang bersangkutan.
Setelah semua driver dan komponen sistem operasi menggunakan update terbaru, waktunya kita melakukan tweaking.
Tips Tweaking Windows XP
Efek Visual
Tampilan default Windows XP memang terlihat cantik, tetapi sebenarnya tampilan tersebut menguras sumber daya sistem dan menurunkan responsivitas komputer. Berikut adalah opsi agar Windows XP tetap cantik tetapi komputer tetap gesit.
Klik Start > Settings > Control Panel > System > Advanced. Di bagian Performance, pilih Settings. Nah, hilangkan tanda centang kecuali pada opsi sebagai berikut:
- Show shadows under menus.
- Show shadows under mouse pointer.
- Show translucent selection rectangle.
- Smooth edges of screen fonts.
- Use drop shadows for icons labels on the desktop.
- Use visual styles on windows and buttons.
Kemudian pilih Apply, lalu klik OK. Kalau masih kurang, hilangkan semua centang kecuali di bagian “Use visual styles on windows and buttons”. Tetapi kalau Anda tidak butuh cantik dan hanya ingin yang gesit, pilih saja opsi Adjust for best performance atau hapus semua centang yang ada.
ClearType
Jika Anda menggunakan layar LCD baik monitor LCD atau notebook, atau Plasma, Anda bisa mendapatkan peningkatan ketajaman teks dengan meng-enable ClearType dibandingkan menggunakan metode penajaman font biasa ataupun anti-aliasing.
Instruksinya adalah lewat menu Start > Settings > Control Panel > Display > Appearance lalu Effects. Beri centang pada “Use the following method to smooth edges of screen fonts”, lalu pilih ClearType.
Page File
Windows XP menggunakan paging file yang diatur oleh sistem. Page file ini merupakan memori cadangan dari RAM tempat sistem operasi menyimpan data sementara. Pada sistem operasi masa kini, termasuk Windows, program aplikasi dan proses sistem menggunakan memori virtual yang dianggap sebagai RAM. Hanya bagian inti dari kernel sistem operasi yang menggunakan memori fisik secara langsung. Artinya, virtual memori atau page file tersebut selalu digunakan, meskipun memori yang dibutuhkan oleh seluruh proses yang sedang berjalan jauh lebih kecil dibandingkan dengan memori utama (RAM) yang tertancap di motherboard.
Secara default, Windows XP akan mengatur secara otomatis besaran page file ke ukuran berikut berdasarkan besaran RAM yang terpasang untuk sistem:
RAM kurang dari 1GB
- Ukuran awal (MB): 1,5 x jumlah RAM yang ada pada sistem.
- Maksimum (MB): 3x jumlah RAM yang terpasang. Sistem operasi 32-bit memiliki batas page file maksimal 4GB.
RAM 1GB atau lebih
- Ukuran awal (MB): 1x jumlah RAM yang ada pada sistem.
- Maksimum (MB): 3x jumlah RAM yang terpasang. Sistem operasi 32-bit memiliki batas page file maksimal 4GB.
Page file tidak akan bertambah besar jika Anda set initial size-nya ke ukuran yang cukup. Menggunakan opsi otomatis untuk page file juga akan menghindari atau meminimalisir munculnya pesan error “Out of Memory” saat menjalankan banyak aplikasi ataupun membuka banyak data.
Memberikan initial size yang terlalu besar juga tidak memberikan dampak negatif pada sistem kecuali pemborosan ruang hard disk jika tidak digunakan, dan tidak ada hubungannya dengan performa. Lalu, bagaimana mengetahui apakah RAM masih cukup atau tidak?
Caranya, gunakan komputer untuk beraktivitas selama beberapa jam tanpa restart. Setelah itu lihat di Task Manager, khususnya pada tab Performance. Jika Commit Charge – Peak lebih besar dibanding Physical Memory – Total, maka sistem Anda membutuhkan RAM tambahan. Tetapi jika Anda menggunakan opsi page file yang besarannya dibuat otomatis oleh sistem, maka Windows XP akan secara otomatis memperbesar page file untuk Anda.
Masalah berikutnya yang muncul adalah, ukuran page file maksimum pada sistem operasi 32-bit adalah 4GB. Bagaimana kalau masih kurang juga? Jika Anda memiliki lebih dari satu hard disk atau partisi di komputer, buat saja page file kedua di hard disk tersebut. Windows menggunakan algoritma internal untuk menentukan page file mana yang digunakan untuk mengatur virtual memori secara optimal.
Menurut Microsoft, solusi optimal adalah membuat satu page file yang disimpan di partisi utama sistem dan membuat satu page file lagi di partisi lain di hard disk atau partisi yang jarang digunakan.
Disable Indexing Service
Indexing Service pada Windows XP melakukan indeks pada file-file Anda untuk mempersingkat waktu saat Anda melakukan pencarian di hard disk. Misalnya, ketika Anda ingin membuka file tertentu atau mencari kalimat yang ada di dalam sebuah file dokumen. Akan tetapi, pengindeksan secara terus-menerus terhadap file di hard disk tentu akan menurunkan performa sistem karena menggunakan ruang page file dalam jumlah yang besar dan juga mengkonsumsi sumber daya prosesor.
Untuk men-disable Indexing Service, buka My Computer, lalu klik kanan pada seluruh hard disk atau partisi yang tidak ingin Anda indeks lagi. Berikutnya, klik Properties lalu hilangkan centang pada “Allow Indexing Service to index this disk for fast file searching” dan klik Apply. Lalu pilih “Apply changes to sub folders and files”. Jika ada file yang tidak bisa di-update, pilih saja “Ignore All”.
Menaikkan Kecepatan Pointer Mouse
Standarnya, Windows mengeset kecepatan pointer mouse pada kecepatan rata-rata. Meski cukup, kadang ini dapat memperlambat waktu ketika kita perlu menggeser kursor ke berbagai area layar. Meningkatkan kecepatan pointer akan membuat Anda bisa lebih cepat klak-klik di komputer secara lebih efisien tanpa perlu banyak menggerakkan tangan.
Cara melakukannya, klik Start > Settings > Control Panel > Mouse. Pada tab Pointer Options, di bagian Motion, geser slider 1 sampai 5 langkah ke arah opsi “Fast”. Lalu beri centang pada “Enhance pointer precision” dan klik OK. Seharusnya, kini Anda dapat menggeser pointer mouse tanpa perlu banyak menggerakkan fisik mouse Anda.
Tidak ada setting yang pasti untuk opsi ini. Berhubung Anda yang menggunakan komputer tersebut, kecepatan pergerakan pointer mouse belum tentu sesuai dengan setting yang digunakan orang lain. Yang jelas, mouse umum yang harganya murah ataupun mouse yang sudah usang memiliki tingkat responsivitas yang terbatas. Kalau menaikkan kecepatan pointer mouse tidak banyak berpengaruh, berarti sudah waktunya ganti mouse.
Menu Startup
Opsi-opsi yang ada pada menu Startup (Start > Run > msconfig) merupakan aplikasi yang akan dijalankan setiap kali Anda menghidupkan komputer dan masuk ke sistem operasi. Semakin banyak centang di sana, maka akan semakin lambat komputer Anda bekerja karena seluruh program tersebut dijalankan—baik secara langsung ataupun berjalan di background.
Sebaiknya hilangkan semua centang yang ada, kecuali software pengaman seperti antivirus, antispyware, firewall, dan lain-lain serta aplikasi yang sangat sering Anda gunakan, misalnya software instant messenger ataupun driver printer.
Selain meningkatkan kecepatan boot, membersihkan centang pada menu Startup ini juga akan meningkatkan performa sistem secara cukup signifikan. Toh kalau ada yang terhapus centangnya dan ternyata Anda butuhkan, Anda bisa beri centang kembali pada opsi yang diinginkan.
Bila pada komputer Anda tersedia lebih dari satu akun pengguna, Anda juga bisa mengatur aplikasi apa saja yang dijalankan pada saat startup user yang berbeda-beda. Caranya adalah dengan memilih User dan akun yang ingin Anda edit. Tetapi tentunya Anda perlu hak administrator untuk dapat melakukan ini.
Disk Defragmenter
Setelah sekian lama digunakan dan membuat atau memindahkan data ke komputer, maka manajemen penempatan data pada hard disk di sistem Anda akan berantakan. Akibatnya, hard disk akan bekerja lebih keras untuk membaca dan menuliskan data ke sistem. Untuk merapikannya, Windows sudah memiliki Disk Defragmenter yang cukup untuk melakukan tugas tersebut.
Cara penggunaannya adalah klik ganda pada My Computer, lalu klik kanan di drive atau partisi yang ingin Anda defrag. Sebagai contoh, setelah klik kanan pada drive C:, klik Properties > Tools, lalu pilih Defragement Now dan Defragment. Cara lain adalah dari menu Start > Run, ketikkan “dfrg.msc”, lalu tekan Enter. Pilih drive yang ingin Anda defrag, lalu klik Defragment.
Berhubung Disk Defragmenter sangat haus akan operasi input-output pada sistem, maka kemungkinan besar Anda akan kerepotan jika melakukan defragmenting sambil bekerja. Sebaiknya lakukan defrag saat komputer akan Anda tinggalkan dalam waktu yang cukup lama, misalnya malam hari sebelum Anda pergi tidur.
Nah, kalau dengan cara ini ternyata masih lambat juga, coba lihat lagi spesifikasi komputer Anda. Apakah sudah memenuhi kebutuhan sistem operasi Windows XP? Jangan-jangan belum. Kalau sudah cukup memenuhi dan langkah-langkah di atas tidak banyak membantu, silakan gunakan cara lain. Misalnya menggunakan software tweaking ataupun format dan install ulang.
Spesifikasi Windows XP
Minimum
- Prosesor 233MHz
- Memori (RAM) 64MB (dengan performa dan fitur yang terbatas)
- 1,5GB ruang hard disk
- Monitor dengan resolusi SVGA (800 x 600)
- CD-ROM atau DVD drive
- Keyboard dan mouse
Rekomendasi
- Prosesor 300MHz
- Memori (RAM) 128MB
- 1,5GB ruang hard disk
- Monitor SVGA 800 x 600 dan kartu VGA dengan memori 8MB
- CD-ROM atau DVD
- Keyboard dan mouse
- Kartu jaringan, kartu suara, dan speaker
Maksimum
- 1 unit prosesor (multi core dan atau mendukung Hyper Threading)
- Memori (RAM) 4GB, dan virtual memori maksimum 4GB
- Partisi FAT16 maksimum 4GB dengan ukuran file maksimum 2GB
- Partisi FAT32 maksimum 2TB dengan ukuran file maskimum 4GB
- Partisi NTFS maksimum 2TB dengan ukuran file maksimum 2TB
- Harddisk 137GB ke atas membutuhkan Service Pack 1 dan BIOS yang mendukung

Knowledge Center Antivirus Dibuka di Surabaya
Makin hari gangguan virus makin sering saja terjadi. Maka antivirus dan juga informasi tentangnya yang mudah diperoleh menjadi semakin penting.
Nah, ada kabar gembira bagi masyarakat Surabaya perihal kemudahan ini. Jika ingin tahu lebih banyak tentang antivirus Eset – informasi, training dan update teknologi – mereka kini cukup menghubungi master reseller baru Eset, PT Ayo Cari Solusi.
Selain menjadi tempat mendapatkan lisensi antivirus Eset, di sana juga tersedia Knowledge Center untuk umum. Artinya, siapa pun boleh mendapatkan informasi, training atau update teknologi produk Eset secara khusus.
“Dengan konsistensi dalam kualitas dan potensi pasar yang besar, ESET memang sudah saatnya memenuhi kebutuhan akan keamanan komputer di Surabaya dan sekitarnya, selain Jakarta tentunya,” ujar Bernard Chew (Asia Pacific Channel Manager).
Bersamaan dengan Promo “Merdeka dari Virus”, ESET pun menawarkan harga promosi untuk Surabaya dan sekitarnya. ESET Antivirus NOD32 Home Edition 1 user diturunkan menjadi USS24,99 dari USS 39,99), sedangkan yang 3 users menjadi US$ 36,99 (normal US$ 71,99); ESET Smart Security 1 user US$ 35,99 (normal US$ 59,99), 3 users menjadi US$ 54,99 (normal US$ 89,99).

-
Terkini
- Gempa Yogyakarta, Warga Panik dan Trauma
- Warga Parangtritis Semula Tak Yakin Ada Gempa
- Gempa Goyang Jogja, Warga Berhaburan Keluar
- Yogyakarta Kena Gempa Lagi 6,8 SR Senin 7 September 2009 pukul 23.12
- Sesama Penyolong Jangan Saling Mendahului [Heboh Indonesia Ternyata Nyolong Juga]
- Cara Hacker Mencuri Data Credit Card (Carding)
- Keperawanan – Anatomi Hymem / Selaput Dara
- Seks Terbaik pada Malam Hari
- Taklukan Dia dengan Ciuman
- Normalkah Seorang Perempuan Mimpi Basah
- Ukuran Junior dan Ras
- Inilah Manfaat Rutinitas Senggama
-
Tautan
-
Arsip
- September 2009 (59)
- Agustus 2009 (74)
- Juli 2009 (35)
- Juni 2009 (50)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS
